Sekadar sebuah weblog WordPress lainnyaPosts RSS Comments RSS

PERINGATAN BUAT KITA

Banyak Batik China Berlabel Lokal di Solo

 


Bagaimana pendapat kalian, dimana kalian sebagai calon palaku wisata dan anda yang telah menjadi pelaku wisata tentang batik China yang masuk ke Solo berlabel lokal…?? Pastinya ini adalah kabar yang sangat mengerikan, dimana kali ini tidak ada pengeklaiman batik oleh China akan tetapi mungkin batik telah diakui milik Indonesia akan tetapi perdagangan bebas akan menjadi jembatan untuk izin memproduksi produk lokal yang notabene menjadi cirikhas suatu daerah. Nah, akan tetapi para produsen dari negeri China masuk dengan menjual batik hasil olahanya. Sebenarnya hal ini sudah mengubah nilai batik itu sendiri, karena jelas-jelas yang memproduksi bukan orang Solo/Indonesia. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi halangan para konsumen, karena yang konsumen cari adalah batik harga murah, barang bagus, dan tidak mau tau siapa yang memproduksi.

 Berikut ada kutipan dari okezone.com yang membeberkan tentang batik China berlabel lokal yang beredar bebas di Solo.

SOLO - Batik Indonesia kembali mendapat guncangan. Jika sebelumnya batik Indonesia sempat diklaim sebagai budaya asli Malaysia, kini batik buatan China dipasarkan dengan mengganti label lokal.
Ini terjadi di Pasar Klewer , Solo, Jawa Tengah. Alhasil, reaksi keras pun muncul dari Yayasan Batik Indonesia.

Salah Seorang Anggota Yayasan Batik Indonesia, Diana Hariyad mengatakan penggunaan label itu menunjukan bukti lemahnya pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap produk batik yang merupakan ciri khas Indonesia dan sudah diakui dunia.

"Ini tidak perlu terjadi bila pemerintah memberikan proteksi terhadap batik,"papar Diana dalam jumpa pers di wisma Wuryodiningratan, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (5/2/2010).

Diana menjelaskan peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam kasus ini. Seharusnya pemerintah mengambil langkah membagi-bagi produk mana saja yang bisa masuk ke Indonesia dengan bebas,dan produk-produk mana yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.

Dia mencontohkan Malaysia. Di sana pemerintah setempat gencar mempromosikan negarannya merupakan surga bagi produsen produk dari negara lain untuk memasarkan prudaknya di Malaysia. Namun sebelum dijual, seluruh barang dikelompokan terlebih dahulu.

"Apalagi kalau yang dijual di Malaysia adalah sarung, sudah pasti akan ditolak masuk," jelasnya.

Pasalnya, tambah Diana, sarung dianggap ciri khas Malaysia dan hanya boleh dikerjakan di Malaysia. Sedangkan negara lain hanya diperbolehkan menjual dalam bentuk kain.

Sebenarnya, lanjut Dian, Yayasan Batik Indonesia telah bertemu langsung dengan Menteri Perdagangan pada lebaran lalu. Namun saat pertemuan tersebut, warning yang diutarakan yayasannya tidak mendapatkan respon dari pemerintah.

"Lah Menterinya hanya memikirkan nama baiknya saja, warning yang kita sampaikan tentang kekhawatiran pengrajin batik terhadap batik China tidak mendapatkan respon apa-apa,ya sudah," kesalnya.(Bramantyo/Trijaya/kem)

Okezone.com

No responses yet

Leave a Reply