Sekadar sebuah weblog WordPress lainnyaPosts RSS Comments RSS

Dana Reviltalisasi Mangkunegaran Rp 42 M

24 Desember 2009 | 12:39

Jebres (Espos) — Nominal kebutuhan dana revitalisasi Pura Mangkunegaran Solo hasil estimasi Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo meningkat dari Rp 38 miliar menjadi Rp 46 miliar.
Kenaikan kebutuhan anggaran yang mencapai Rp 8 miliar itu, untuk penataan landscape atau kawasan. Penjelasan tersebut disampaikan Kepala DTRK Solo, Agus Djoko Witiarso, saat ditemui Espos seusai menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Urban Audit by Urban Crisis di Aula FISIP UNS Solo, Rabu (23/12).


”Kalau Rp 38 miliar itu estimasi kebutuhan dana untuk penataan bangunan. Tapi kita tidak bicara hanya bangunan, tapi juga pedestrian dan sebagainya. Jadi, selain perbaikan bangunan, dibutuhkan juga anggaran untuk penataan landscape,” katanya. Dia menambahkan, estimasi kebutuhan dana Rp 46 miliar didasarkan pada sasaran prioritas revitalisasi.
Agus menjelaskan, pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau pengalokasian dana Rp 20 miliar untuk revitalisasi Pura Mangkunegaran. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengonfirmasi pusat tentang alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 itu. Sedangkan APBD Kota Solo 2010 telah menganggarkan Rp 1 miliar untuk revitalisasi.
Segitiga budaya
Dana Rp 1 miliar akan digunakan untuk penyusunan detail engineering design (DED) dan pembangunan fisik. Perbaikan fisik Mangkunegaran seperti pura, perpustakaan, kavaleri dan landscape pamedan. Pemkot Solo berkoordinasi dengan pihak Mangkunegaran untuk menetapkan prioritas perbaikan. ”Revitalisasi Mangkunegaran sebagai realisasi konsep segitiga budaya, meliputi Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta dan Pasar Gede,” imbuhnya.
Agus melanjutkan, revitalisasi Pura Mengkunegaran sebagai bagian realisasi segitiga budaya kota, dilakukan secara bertahap. Sumber pendanaan diupayakan dari pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan APBD Solo. Dia mencontohkan, sebelumnya telah dibangun Pasar Windujenar di kawasan Ngarsapura, sebagai bagian realisasi segi tiga budaya.
Selain Mangkunegaran, digulirkan penataan kawasan Pasar Gede, Kelurahan Baluwarti, Kampung Wisata Batik Kauman dan Kampoeng Batik Laweyan. Di samping itu juga pengembangan atau penataan kawasan strategis seperti Gladak dan Plaza Sriwedari.
Diberitakan SOLOPOS (30/10), Pemkot Solo mengajukan anggaran senilai Rp 38 miliar kepada pemerintah pusat untuk revitalisasi Pura Mangkunegaran tahun 2010. 

 

 

No responses yet

Leave a Reply